52

1304 Words

Kevandra masih sibuk memikirkan perkataan Ibunya, Regina. Elizabeth mengetuk pintunya membuatnya menoleh ke arah pintu. “Masuk,” ujar Kevandra. “Maaf Pak ada Bu Amira menunggu Anda di ruang rapat,” ucap Elizabeth dengan sopan. “Ooh ok.” Kevandra mengambil ponselnya menghubungi Selena. “Masuk saja ruanganku,” ujar Kevandra. “Siap Bos.” Selena melihat Carla dan Joe. “Silahkan Bu… kamu nunggu di sini aja,” ujar Carla yang mengerti tatapan mata Selena. “Kamu memang hebat tanpa perlu aku berkata - kata udah langsung ngerti.” “Iya Bu udah sana nanti Tuan Kevandra bisa marah - marah sama kami berdua.” Selena dengan secepat mungkin masuk ke ruangan Kevandra. “Kevaaaan,” teriak Selena. “Ada apa teriak - teriak,” ujar Kevandra. “Aku ga mau, aku ga mau,” ujar Selena sambil menggelengkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD