Keesokan hari mereka bertemu di sebuah kafe minuman kecil. Lunar menjadi orang ke-dua yang datang. Dia keheranan memandangi sekeliling yang kosong tanpa pelanggan. "Aku menyewa tempat ini agar bisa berbicara denganmu di sini." Terjawab sudah pertanyaan yang sejak tadi ada di benak Lunar. Dia fokus kembali pada tujuan kedatangan. Sebenarnya dia masih belum bisa menjawab dengan yakin, akan tetapi tadi malam dia sudah berjanji untuk mengatakannya hari ini. "Kau bisa menjawabnya nanti. Untuk sekarang lebih baik kita memesan minuman. Aku ingin tahu bagaimana kehidupanmu di luar negeri." Mereka hanya diam saja sampai minuman selesai dibuat. Ada dua selera yang berbeda di atas meja. Lunar memilih minuman yang mengandung soda, sedangkan Arkan memilih minuman yang mengandung kafein. "Pantas sa

