Sungguh menjengkelkan. Lunar membuat dirinya seperti orang yang mengemis saja, padahal dia tidak perlu melakukan itu, dia tidak harus membuat dirinya kesulitan. "Memangnya selain dirimu, aku bisa meminta bantuan pada siapa lagi? Hanya ada kita berdua saja di sini. Lagi pula kenapa kau tidak ingin membantuku? Apa kau merasa enggan karena hubungan kita hanya sebagai orang asing? Tidakkah kau bisa membantu orang asing ini? Sudahlah, lupakan saja!" "Padahal, permintaanku tidaklah sulit," gumam Lunar. Sepeninggal Lunar, tersisa Arkan di ruang ganti. Dia memperhatikan telapak tangan yang terbuka, masih bisa tercium bagaimana aroma pelembap yang dipakai Lunar. Tidak sulit? Seharusnya begitu. Tetapi aroma Lunar dapat membuat dia berdebar dan teringat kembali kejadian ketika mereka berada di m

