Berbicara Empat Mata

1047 Words

Tadi mereka sudah berkelana jauh dengan rute yang hanya itu saja. Sampai Sekretaris Ham memberanikan diri untuk bertanya ke mana mereka akan pergi dan mereka pun beranjak memasuki sebuah bar. Hanya sebentar saja mereka menghabiskan waktu di sana, karena atasannya itu juga tidak betah. Sekarang tanpa melakukan hal yang begitu penting, Sekretaris Ham rasanya cukup tersita waktu bebasnya. Sebenarnya dia sejak tadi sudah resah dan berulang kali melirik jam tangan. Sekarang sudah lewat dari jam makan siang yang seharusnya. Sangat lewat. Makanan yang sengaja dia letakkan di kursi yang ada di sebelahnya juga sudah dingin. "Aku tidak tahu," ucap Arkan dengan cuek. Sepertinya Sekretaris Ham sudah tidak bisa menahan diri lagi. Rasa kesalnya sudah memuncak usai kalimat seakan tidak peduli dilontar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD