Tujuh belas tahun kemudian. Dua orang pria berusia tujuh belas tahun sedang bersiap dalam sebuah kamar yang nampak sangat rapih, dengan dua tempat tidur terpisah dan dua meja belajar berbeda. “Arash!” panggil seorang wanita dari luar kamar. Kedua pria berwajah mirip itu saling menatap dan segera melepas name tag yang terpasang pada pakaian mereka untuk saling bertukar. Arash mengambil minyak wangi dalam tasnya dan menyemprotkan pada pakaian seragamnya, sedangkan saudara kembarnya yang sudah selesai bersiap segera berjalan keluar dan menghampiri ibunya yang baru selesai menyiapkan sarapan untuk kedua anaknya. “Ada apa, Bun?” tanya Aresh yang kini sedang bberpura-pura menjadi kakaknya. Shana menoleh dan bersidekap, menatap tajam pada putranya. “Bunda manggil Arash! Kenapa kamu yan
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


