Bab 132. Memohon Kesempatan Kedua

1161 Words

Johan berusaha menenangkan istrinya, “Sudah, Mi. Sekarang kita fokus dan berdoa untuk kesehatan Rea saja. Kita tebus semua kesalahan kita di masa lalu dengan lebih memperhatikannya,” anjur pria paruh baya tersebut. Johan kembali menatap dokter Nugraha yang sejak tadi diam. “Dokter tahu kalau Rea hamil?” tanyanya penasaran. Dokter Nugraha mengangguk pelan. “Iya, Pak. Saya memang tahu, karena saya yang memeriksanya pertama kali. Tapi maaf, Rea memohon kepada saya untuk merahasiakan kabar bahagia ini dari siapa pun. Termasuk Bapak dan Ibu. Maafkan saya,” ungkapnya dengan rasa bersalah. “Tidak apa-apa. Ini memang keinginannya. Tapi apa dokter tahu, kira-kira apa alasan Rea ingin menyembunyikannya? Bahkan dari kami? Atau dia masih marah kepada kami dan tidak ingin kami tahu,” terkanya den

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD