Malam ini , Kean kembali melihat sisi lemah dari tunangannya yang cantik itu. Betapa rapuh dan terlukanya ia hari ini. “Apa keputusanku ini benar? Apa kamu akan semakin membenciku? Jika kamu tahu apa alasanku yang sebenarnya menikahimu, Re?” gumam Kean lirih. Laki-laki tersebut bangkit berdiri dan keluar dari kamar Rea. Saat merasakan getaran ponsel di saku celananya. Rupanya Papanya yang menghubunginya, “Hallo, Pa?” jawab Kean yang berdiri di depan pintu kamar Rea. “Kamu di mana? Bagaimana? Apa Rea sudah ketemu? Om Johan menelepon barusan dan tanya apa Rea bersama kamu. Karena Rea pergi keluar rumah dari jam satu siang dan belum pulang sampai sekarang,” jelas Rangga di seberang sana. Kean hanya tersenyum mengejek mendengar kata-kata Papanya. “Iya, Rea sama aku sekarang. Di rumah

