“Oke, sudah di putuskan, kalau Kean dan Rea akan bertunangan dulu. Bagaimana jika saat peresmian gedung perusahaan yang baru? Pastinya banyak kolega-kolega kita yang akan datang. Jadi, bair sekalian kita umumkan pertunangan anak-anak kita. Bagaimana? Bagus tidak?” saran Johan yang terlihat bersemangat. Rangga mengangguk, seolah menyetujui usul dari calon besannya. “Iya, pastinya banyak relasi-relasi bisnis yang akan datang ke pesta peresmian gedung tersebut. Nah, biar para Ibu Negara yang menyiapkannya. Tentu saja harus yang mewah dan elegan. Kean? Apa kamu setuju? Rea juga bagaimana?” tanya Rangga kepada kedua calon pengantin yang sejak tadi memang hanya diam dan menyimak saja. Kean menoleh ke arah Rea, begitu pun sebaliknya. Lalu keduanya sama-sama menganggukkan kepalanya setuju.

