Rea perlahan membuka matanya. Silau terkena sinar matahari pagi yang cerah ini. Merasa ada sesuatu yang berat menindih perutnya. Perempuan itu menoleh. Dan baru menyadari jika mereka sudah berada di resort, bukan pesawat lagi. Senyum manisnya tersemat di wajah cantiknya. Sedikit mendongak untuk melihat wajah tampan laki-laki yang perlahan mampu membuatnya bisa sedikit merasakan kebahagiaan. Di tatapnya mata yang biasanya hanya bisa menatap datar dan tajam ini. Hidung yang mancung, dengan bibir yang tebal. Sungguh perpaduan yang sangat sempurna sebagai seorang laki-laki. Tuhan benar-benar bekerja keras untuk memahatnya dengan sangat apik. Tangan Rea terulur mengusap alis yang selalu mengerut ini. Mata yang selalu menatapnya tajam jika ia berbuat kesalahan atau menolak perintahnya. Dan

