Bab 92. Mansion atau Penthouse

1298 Words

“Siapa yang kau bilang menyebalkan?” sahut seseorang tepat di belakang Rea. Perempuan tersebut sontak menoleh dan terkejut melihat Kean berdiri di belakangnya, lalu memeluk lehernya. “Siapa, hm? Memangnya aku menyebalkan, yah? Kayaknya enggak, deh?” gumam laki-laki tersebut sambil terkekeh. “Ish! Kamu itu nyebelin banget tahu, memangnya kamu nggak merasa begitu?” sungut Rea kesal. Anita tersenyum melihat perdebatan kecil pengantin baru di sebelahnya ini. Ia senang jika akhirnya Kean bisa membuka hatinya untuk istrinya. Walaupun mereka berdua menikah karena perjodohan. Atau lebih tepatnya karena ambisi dari kedua papanya. Ambisi yang membuat mereka berdua melupakan kebahagiaan sang anak. “Sudah, Kean. Jangan ganggu istrimu terus. Katanya kamu mau mengajaknya pulang? Kenapa tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD