Kean keluar dari mobil dengan perasaan kesal. Meninggalkan Rea yang terenyak mendengar jawaban dari suaminya itu. “Lantas siapa yang di khawatirkannya berlebihan semalam?” cibirnya yang juga ikut turun dari mobil. Lantas mengikuti langkah lebar Kean di depannya. “Huh! Kenapa jalannya kayak orang kebelet aja, sih?” gerutu Rea kesal dengan wajah tertekuk, mengikuti Kean dari belakang. Kean rupanya menunggunya di depan lift. Dengan wajah datarnya, laki-laki itu masuk ke dalam saat melihat Rea datang dengan bibir manyunnya. Ia bersedekap dan hanya diam. Seolah mengacuhkan orang di sebelahnya yang hanyalah istrinya sendiri. Karena lift ini memang khusus untuk pemilik penthouse. Keduanya tak ada yang memulai obrolan. Rea yang kesal karena Kean tidak mau mengakuinya jika memang memiliki

