Kean sedang sibuk memeriksa beberapa berkas untuk meeting sebentar lagi dengan klien. Saat sekretarisnya tiba-tiba mengetuk pintunya. “Masuk,” sahutnya tanpa menoleh sedikit pun. Dandy, sekretaris Kean masuk dan mengutarakan niatnya. “Maaf, Pak. Di luar ada seorang laki-laki, dia mengatakan memiliki urusan penting bersama Anda. Sepertinya bukan untuk urusan bisnis. Dia bule, Pak. Dan saya juga belum pernah melihatnya sebelumnya. Jadi, bagaimana, Pak? Di suruh pergi atau mau bapak temui?” tanyanya dengan sopan. Kean mengerutkan keningnya, “Bule?” beonya dengan wajah berpikir. “Ah, iya, suruh masuk. Saya mengenalnya,” titahnya sambil tersenyum menyeringai dan membenarkan penampilannya sembari Dandy mempersilahkan tamunya masuk. Benar dugaannya. Dia adalah Mike. Laki-laki tersebut m

