Sinar mentari pagi menembus ke celah-celah jendela kamar Rea. Menyilaukan mata akan cahayanya, membuat seorang gadis yang tengah terlelap dalam tidurnya merasa terusik. Rea menarik selimutnya, untuk menutupi wajahnya dari silau sinar matahari pagi ini. Namun, ia merasa selimut yang dipakainya tertindih sesuatu hingga berat untuk di tarik. Dengan malas, Rea membuka matanya. Melihat apa yang menyebabkan selimutnya susah di tarik sampai ke atas. Rupanya, ada sebuah tangan yang kekar sedang menindih selimut di atas perut yang Rea kenakan. “Oh, tangan. Kirain apa yang bikin berat,” gumam Rea yang masih belum menyadari apa terjadi padanya semalam. Seraya memejamkan matanya kembali. Hening beberapa saat. ‘Kok ada tangan? Eh, tapi tangan gue nggak sebesar itu deh? Tunggu! Jangan bilang,” g

