Amanda tertidur pulas di pundak Mella. Mereka memutuskan duduk di kursi belakang. Begitu pula dengan Ridwan yang tertidur pulas tapi tak tahu kalau dia bersandar pada tubuh sang kakak di kursi belakang juga. Nyonya Nada memperhatikan dua kakak beradik itu dengan saksama. Rasanya jarang sekali melihat kedua putranya tampak akur. Dia sampai mengabadikan dengan menyimpan gambar keduanya dengan memfoto. Akhirnya, bus yang mereka tumpangi sampai di sebuah arena outbound dengan banyak permainan menantang penuh petualangan. Laki-laki pemilik arena itu sudah berada di depan halaman bersama seorang perempuan yang memegang sebuah buku dan bolpoin. Sepertinya perempuan itu adalah sekretarisnya. Di belakang mereka terdapat dua pria berbadan tegap seperti sosok penjaga yang siap menjaga tuannya. "Se

