Bab 21

2383 Words

Matahari tidak terlalu terik hari ini, angin juga cukup bersahabat. Orang-orang dengan mayoritas pakaian berwarna hitam berkumpul di halaman luas pemakaman umum sambil ikut berdoa untuk jenazah. Seorang wanita paruh baya ditemani suaminya bersimpuh di depan makam sambil menyiramkan bunga di atas tanah makam dengan raut wajah sedih. "Pa... apa saat ini Mama sedang bermimpi?" tanya Resti pelan pada suaminya, Daniel. "Ma... ini kenyataan, jangan menangis di depan Zen. Di sana Zen juga akan sedih melihat kalau mamanya menangis dari semalam," bisik Daniel pada istrinya itu. Orang-orang yang berkumpul untuk takziah tadi sudah pulang satu persatu. Dua pasang suami istri itu masih tidak ingin meninggalkan makam putri mereka, anak satu-satunya yang mereka miliki. Dean mengenggam erat tangan A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD