Juna pagi ini bertemu dengan alex, si pemilik bar yg dihancurkan juna saat marah malam itu. Dia bertemu diruang VIP sebuah cafe. "Silahkan duduk." alex dengan mengisyaratkan tangannya menyuruh juna duduk sambil menghisap rokoknya dan membuang asapnya ke wajah juna. "Ada apa ?" Tanya juna sambil memalingkan wajahnya untuk menghindari asap rokok. "Jangan terburu-buru. Apakah lu nggak rela meninggalkan cewek malam itu bahkan sesaat ?" alex mengeluarkan wajah merendahkan saat membahas oliv. "Meninggalkan siapa maksud lu ?" tanya juna tenang. "Cewek malam itu yg lu bela sampe bar gua berantakan hahaha.. Baru kali ini gua ngelihat seorang juna melindungi wanita." tawa mengejek alex membuat juna menahan amarahnya. "Lalu masalah lu apa ? Ganti rugi atau yg lain ?" juna bertanya lagi. "Dua-

