BAB 27

1357 Words

Setelah malam yg sangat sulit bagi oliv, bahkan tak pernah terbesit didalam pikirannya akan jadi seperti ini. Semalaman oliv berdiam diri saja sambil menangis dalam diam. Tak menyangka bahwa sikap mamanya akan begitu menyakitkan, mengusirnya, tidak memberi restu. Disaat dia dalam titik terendah hidupnya, membutuhkan dukungan dari orang terdekat, tapi malah didorong kedalam jurang. Juna yg melihat kekasihnya dalam situasi seperti ini sangat khawatir, terlebih dirinya sedang mengandung anak juna. Diumur kehamilan yg seharusnya sangat bahagia, sangat manja, dan mungkin ngidam. Tapi sikap keluarganya ini sungguh keterlaluan, mungkin butuh waktu untuk menerima semua ini. "Sayang, kamu nggak laper apa nangis terus ?" juna memeluk olivia sambil berbisik menawarkan makan. "......." Tapi hanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD