47.It's Sarah!

929 Words

Sebuah ketukan di pintu membuatku menoleh dari layar komputerku ke arah pintu. “Ya?” sahutku. “Sayang, makan malam sudah siap. Ibu juga membuat coklat panas,” kata ibuku di luar. “Aku segera turun!” balasku. Aku menutup laman web sebuah universitas di London, tempat yang kemungkinan besar akan kutuju setelah lulus nanti, dan mematikan komputerku. Aku bangkit, keluar dari kamarku dan turun ke lantai bawah. Aku menengok ke dapur dan hanya menemukan sosok ibuku disana. “Apa Ayah belum pulang?” tanyaku, mendekatinya dan membantunya memindahkan piring-piring makanan ke meja makan. “Belum. Mungkin sebentar lagi,” jawabnya. Ibu duduk di salah satu kursi sebelum aku mengikutinya dan duduk di seberangnya. “Bagaimana kencanmu tadi?” tanyanya sambil menyerahkan piring kosong padaku. “Ah, itu… a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD