28.What do I Wish

1259 Words

“Jadi maksudmu aku harus menunggu sampai aku kuliah?” tanyaku dan mengangkat satu alisku. “Aku hanya mengatakan waktu saat kita bertemu pertama kali. Kau bilang waktu berjalan berbeda di masamu, kan?” Memang benar apa yang dikatakannya. Tapi sampai sekarang aku bahkan belum bertemu Jonathan sama sekali. Aku memang sudah mengatakan pada Ayah bahwa aku ingin ke Manchester saat liburan nanti. Tapi kemungkinannya akan sangat kecil untuk menemukan satu orang di sebuah kota yang besar. Apalagi tanpa nama belakang. “Tapi… aku tidak berpikir akan kuliah di London,” ujarku sambil menatap makananku. “Lalu dimana?” tanya Jonathan. “Entahlah. Boleh aku tahu jurusan apa yang kupilih disana?” tanyaku menatapnya. “Komunikasi,” jawabnya. “Kau akan memilih jurusan itu juga?” Komunikasi? Itu sebabnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD