Rizky mengelus pundak Lea dengan lembut, menenangkan Lea yang mungkin sedang menangis. Walau wajahnya ia tutupi dengan kedua telapak tangannya, tapi dari getaran tubuhnya semua orang yang melihatnya pasti akan tahu kalau dia sedang menangis. "Sudah, Le. Kamu gak perlu menangis, dia hanya butuh doa mu, bukan tangisanmu." Ucapan Rizky membuat Lea terdiam. Wanita itu membenarkan ucapan Rizky dalam hati. Apa yang dikatakan laki-laki itu memang benar, orang yang sudah meninggal tidak butuh tangisan, tapi doa. Menghapus airmatanya, Lea menarik napas beberapa kali dengan pelan. Dia lalu menatap nanar nisan yang kini tengah dielusnya. Seseorang di bawah sana adalah orang yang dulu sangat disayanginya, namun takdir membuat mereka terpisah. Selepas memanjatkan doa pada pusara itu, Lea dan Rizk

