19

2809 Words

Chapter 19   Jujur, Mark emang suka ngeliat sosok baik nan keibuan Hana muncul ketika melihat anak kecil. Itu membuat Hana terlihat seperti istri idaman, dimata Mark.   Tapi, untuk sekarang dia membenci hal itu dan berharap anak bernama Kano yang sedang duduk disamping Hana segera menghilang dari pandangannya, detik ini juga. Adai saja Hana enggak mengajak anak kecil yang tadi menangis di jajaran komik itu untuk makan di McD, acara kencannya ga bakal terganggu kan?   Mungkin aja sekarang Mark udah ngebawa Hana ke pantai atau beli baju couple sama Hana. Bukan terjebak di McD menemani anak berumur 9 taun yang tadi menangis di pelukan Hana karena ditinggalkan oleh ayahnya di mall.   Mungkin enggak akan apa-apa kalau anak itu perempuan, ngegemesin, dan masih kecil. Tapi sialnya Kano

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD