29. Inaya dimana? Sementara didalam kamarnya, Inaya tidak bisa memejamkan mata. Ia tidur telentang sambil menatap lekat langit-langit kamarnya, pikirannya menerawang jauh ke beberapa bulan sebelumnya. Bayangan Fadhil menari-menari di langit-langit kamar. Ia melihat bagaimana ia dan Fadhil bertemu pertama kali, bagaimana Fadhil memintanya untuk menikah dengan alasan ibunya yang meminta, hari-hari yang dilalui bersama keluarga besar Fadhil di Bukittinggi, saat ia kecewa karena gagal berbulan madu akibat kecelakaan kecil yang dialami Fadhil. Hati kecil Inaya tidak bisa dibohongi, ada rindu yang terselip setelah satu minggu mereka berpisah. Inaya mengambil ponsel yang terletak di nakas samping ranjang, jemarinya membuka aplikasi foto yang tersimpan di memory ponsel. Satu persatu dilihatnya

