Perang Bathin

1116 Words

41. Perang Bathin   Dewa segera memutar arah mobilnya, mengikuti Fadhil yang sedang berjalan kaki seorang diri. Tidak lama kemudian, Fadhil memasuki sebuah gedung berlantai tiga, gedung bermodel minimalis dan bercat abu-abu.   ‘PUSAT KESIHATAN KOMUNITI PSIKIATRIK DAN PSIKOLOGI’  tulisan besar terpajang di tengah-tengah gedung tersebut.   “Ada urusan apa Fadhil ke Psikolog, Nay?” tanya Dewa penasaran.   “Hah ... Ooh ....” Kening Inaya berkerut, mencoba menerka-nerka kenapa Fadhil mengunjungi pusat kesehatan psikiatri dan psikolog di Kuala Lumpur.   “Mungkin mengunjungi temannya.” jawab Inaya lagi. Hanya itulah kemungkinan yang paling pas untuk disampaikan pada Dewa. “Apa mungkin ia mau konsultasi?” tanyanya dalam hati.   “Teman?” ucap Dewa heran. Dewa kemudian melajukan mobilnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD