"Hentikan!" pekik Zayn emosi. Ivana tertawa penuh kemenangan. "Wah, kau masih saja jual mahal padaku? Tidak kah kau merindukan tubuh polosku?" Ivana menanggalkan gaun marun selututnya. Tali tipis di pundaknya merosot turun ke bawah. Zayn mengumpat dalam hati. Ia menatap telepon di atas meja menghubungi Rick agar cepat datang dan mengusir Ivana. Namun wanita itu lebih dulu mengunci gerakan Zayn. Tubuhnya yang hanya dibalut pakaiana dalam itu menggesek punggung Zayn dengan sangat agresif. Tangannya lincah bergeriliya berusaha melepaskan kancing pakaian Zayn. "Ayolah Zayn, sekali saja kita bercinta lagi. Kau pasti akan ketagihan padaku seperti dulu. Tidak ada yang sanggup memberi kepuasan padamu selain aku, bukan?" Kalimat maut yang pernah menjatuhkan Zayn dalam jurang kenistaan. Pria

