Melihat raut muka Jasmine yang demikian menegangkan, Ivana tergugu dengan pikiran kosong. Sementara para wartawan mulai menyalakan kamera dan menyorot ke arah Zayn dan Jasmine yang bersandingan. "Saya akan langsung ke intinya saja. Bahwa kami memutuskan untuk mengadopsi seorang putra. Kemarilah, Justin," panggil Jasmine pada Justrin. Anak itu langsung berlari menghampiri. Zayn menatap Jasmine tak menerti. Ini sangat tiba-tiba sekali. Bagaimana bisa Jasmine mengatakan hal demikian dengan sangat tenang dan mudah? Apakah tidak terbersit perasaan tak rela di lubuk hati Jasmine? Apakah Jasmine sengaja menyembunyikan lukanya sendirian akibat kesalahan Zayn di masa lalu? Berbagai praduga menyekat dalam kepala Zayn. Semua tanya itu belum pasti jawabannya. "Lalu bagaimana dengan kabar yang be

