Bab. 15 - Shatter

1957 Words

Brak Sebuah vas bunga terlempar ke lantai hingga pecah belah. Bunga-bunga berceceran di sekitarnya. Zayn memijat tengkuk yang terasa kaku. Darahnya berdesir naik terasa seperti ingin mendidih. Emosinya merajalela mengetahui kabar Jasmine pergi ke hotel bersama seorang pria. "Permisi, Pak. Nyonya sudah tiba." Rick mempersilahkan Jasmine masuk. Kemudian ia undur diri dan menutup kembali pintu. Jasmine melirik hamburan kaca dan bunga terlantar di bawah sana. Serta punggung Zayn yang belum berbalik ke arahnya. Aura suram jelas nyata terasa dalam ruang kerja Zayn. Jasmine bergidik tak berani membayangkan kemarahan Zayn. Ia masih memegangi lehernya yang membiru, berharap Zayn tak menemukan tanda itu. "Zayn ..." panggil Jasmine memberanikan diri. Ia masih berpikir alasan apa yang sebai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD