"Turunkan, Sayang? Aku ingin lihat semuanya." "Lihat apa?" Suara desahan meluncur dari bibir ranum Jasmine. Menggelitik Zayn dalam dirinya. "Milikmu yang jadi milikku." Mata Zayn sayu dilingkupi letupan gairah. Jasmine membiarkan sisi kanan tanktopnya ikut melorot. Bahkan melepasnya begitu saja. Tepat saat bersamaan tiba-tiba ponsel Zayn gelap dan mati. Rupanya batrainya habis. "Argh! s**t!" omelnya membanting ponsel sembarangan. Untung di bawah kakinya berpijak, lantai telah dibalut karpet berbulu halus. Setidaknya ponselnya lumayan aman dari kerusakan serius. Zayn yang malang sekali. Ia buru-buru meraih ponsel satunya di atas meja dan kembali menghubungi Jasmine. "Ayolah, Sayang, cepat angkat!" ======= Sementara itu di kamarnya, Jasmine tertawa sendiri membayangkan kekesa

