Sepanjang perjalanan anto memikirkan bagaimana nasib nya ke depan,anto memang belum mempunyai anak dan istri...tapi ada emaknya yang telah menjanda sejak satu tahun yang lalu dan juga adiknya yang sudah kelas 3 SMA,yang anto tanggung kehidupannya...rasanya tidak tega harus jujur pada emak dan adiknya jika dia terkena pengurangan di tempatnya bekerja,takut kedua orang yang dia sayangi menjadi kepikiran...
"Semoga saja satu pintu rejeki tertutup,pintu rejeki yang lain terbuka...AMIN" ucap anto lirih kepada dirinya sendiri
Keesokan paginya,seperti biasa emaknya anto membangunkannya untuk bekerja...Anto memang belum mengatakan pada emaknya kejadian kemarin,rasanya belum sampe hati anto membuat emaknya sedih...
"To...anto...ayo bangun,kamu ga kerja...udah siang ini,nanti terlambat" seru emak membangunkan anti
"Iya mak,anto bangun" ucap anto sambil menguap
Setelah itu emaknya pun menyiapkan sarapan untuk kedua anaknya,sementara anto mandi dan bersiap siap dan segera berkumpul untuk sarapan bersama adik dan emaknya di meja makan...
"Ko bang anto ga pake seragam?" Tanya adiknya anti
"Lah iya,kok ga pake seragam to?" Tanya emaknya juga
"Ada yang mau anto sampaikan ke emak dan anti" ucap anto dengan lirih
"Abang kenapa bang?ko kayanya sedih dan kurang semangat?" Tanya anti khawatir
"Iya to,kamu sakit?atau ada masalah di kerjaan? Coba cerita sama emak biar ga jadi beban" lanjut emak dengan wajah khawatir
"Nggak ko,anto sehat sehat aja...anto cuma mau bilang,kemarin anto dipanggil ke ruang HRD..."
"ruang HRD?ngapain bang?"
"Anti,biar abangmu selesaikan ceritanya...jangan dipotong potong dulu" ucap emak dengan tenangnya
"Iya dik,abang cerita dulu ya" sahut anto lembut pada adiknya "sudah seminggu lebih memang di tempat anto kerja ada pengurangan besar besaran,satu persatu dipanggil k ruangan HRD untuk pemutusan kontrak kerja dan pembagian pesangon...yah,anto pikir kalo anto ga bakal kena karna hampir seminggu nama anto ga di panggil k ruang HRD...tapi ternyata anto salah mak,kemarin anto di panggil k ruang HRD dan tenyata anto terkena pengurangan itu" cerita anto pada emak dan adiknya...lalu anto pun mengeluarkan amplop coklat,menaruhnya dimeja dan memberikan pada emaknya... "Ini pesangon anto mak,3 bulan gaji...gaji anto sebulan kan 4 juta artinya di amplop ini ada uang 12 juta...tolong emak pegang dan olah dengan baik,semoga sebelum pesangon ini abis...anto sudah dapat pekerjaan yang baru" jelas anto panjang lebar kepada emak dan anti
sementara emak dan anti hanya diam seribu bahasa,berharap kalo yang anto ceritakan adalah sekedar mimpi dan bukan kenyataan...karna anto adalah tulang punggung keluarga mereka dan pada saat ayahnya meninggal tidak meninggalkan apapun kecuali rumah yang mereka tempati saat ini...
"Ya sudah nak,apa mau di kata...mungkin rejekimu sudah bukan disana,yang penting kamu selalu sehat dan tetap semangat untuk mencari pekerjaan baru...emak akan berusaha mengolah pesangon yang kamu berikan dengan baik,dan emak akan selalu mendoakan semoga kamu segera mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi...AMIN" sahut emak memecah kesunyian dengan nasihatnya
"Iya bang,aku juga pasti doain abang biar cepet dapet kerja yang baru...doain juga biar aku cepet lulus,kan aku udah semester 2 tinggal 1 semester lagi...nanti aku bakal bantu abang kerja dan kita bahagiain emak bareng bareng" antipun ikut menyemangati anto "sekarang aku berangkat sekolahdulu ya,udah siang takut telat" lanjut anti sambil bangkit dan mencium tangan abang dan emaknya "SEMANGAT ABANG" seru anti sebelum melangkahkan kaki keluar rumah...