Namira masih terkejut kini hanya diam dan menunduk dengan kepala menatap kebawah kakinya sendiri. Weren melihat hal itu kemudian berkata kepadanya.
"Kau bisa aku pekerjakan disini asal kau bisa bekerja dengan baik. Dengarlah aku tidak suka terhadap orang suka terlambat kekantor dan ceroboh."ujar Weren memperingatkan Namira.
"Baik,pak. akan Saya coba." ujar Namira kemudian mengangkat wajahnya walaupin rasa tegang masih berada ditubuhnya.
"Tidak usah takut tidak akan ada yang memakanmu disini,aku hanya ingin tahu seberapa besar kemampuan Wanita sepertimu,"kata Weren dengan ekspresi datarnya.
"Tidak,masalah aku akan menunjukkan kinerja yang baik dikantor ini. Dan aku akan membuktikan kau tidak salah memilih asisten,pak."kata Namira dengan mantap.
"Ngomong-ngomong, Nama saya adalah Weren jadi kau bisa memanggil saya Pak Weren dan ingat. Saya bukan Tuan,jadi jika anda bertemu saya setiap hari anda hanya perlu memanggil Bapak atau Pak Weren,Camkan itu"kata Weren dengan tegas.
"Saya bekerja hari apa yah,pak?" sahut Namira dengan penasaran.
"Anda mulai bekerja Besok di jam 08.000 pagi dan jangan telat. Saya butuh asisten yang cekatan dan kompeten menghadapi segala situasi." ujar weren kembali dan mempersilhkan Namira keluar dari ruang interview.
Sepeninggal Namira Weren mereasa konyol dengan sikapnya sendiri berani memperkerjakan seorang wanita ceroboh seperrti Namira. Bahkan Weren tidak habis pikir dengan ucapannya sendiri.
************************
Disisi lain Namira merasa kelegaan karena akhirnya di terima oleh seorang Weren sebagai asisten pribadinya. Namira merasa gugup dan malu atas kejadian tadi pahi bahkan wajahnya masih seperti kepiting rebus karena ketakutan melandannya,padahal.kekhawatirannya nampak berlebihan mengingat Weren tidak mengungkit kejadian tadi pagi. Namira juga merasa lega karena permintaan maafnya diterima. walaupun setiap hari dia akan selalu bertemu bosnya itu. Namira melangkakakan kakinya pergi kesebuah Cafe tidak jauh berada di dekat kantor barunya nanti.
Cafe memiliki bangunan unik yang dikelilingi lampu-lampu kecil yang cantik.
Cafe Warna-warni namanya. Namira memilih tempat duduk berada dekat jendela cafe itu karena sangat empuk dan bersofa tentunya. Seorang pelayan menghampiri Namira dan memberikan menu cafe itu. Pilihan Namira jatuh kepada iced lemon tea dan chesecake baginya sudah cukup menggugah selera dan tidak lupa es cream cokelat kesukaannya. Namira memandangi langit sudah memasuki jam lewat makan siang,panas terik hari ini dia rasakan. Namira sangat senang karena berhasil meraih impiannya bekerja dengan Furniture ABC. Namira tidak sadar bahwa seorang laki-laki sedang memperhatikannya. Tiba-tiba laki-laki itu menghampiri Namira. Namirapun menoleh ketika namanya disebut.
"Namira,apa kabar?"ujarnya tersenyum ramah pada Namira.
"Baik,aku tidak menyangka bisa bertemu dengan senior," ujar Namira terkejut dan senang,seketika debaran di jantungnya mulai kembali berdetak kencang oleh,laki-laki tampan itu.
"Justru tidak menyangka kamu bisa berada disini,Bukankah Ayahmu memiliki sebuah perusahaan,mengapa kau terlihat seprti melamar pekerjaan dekat daerah sini?"kata senior itu dengan masih tidak percaya kepada Namira.
"Owh,ayolah tidak mengaksikan bekerja dengan ayah, bahkan komentar pedasnya. Bagaimana dengan senior apakah senior juga bekerja ditempat ini? dan benar aku baru sajah interview dikantor furniture ABC tadi,"kata Namira dengan tersenyum senang.
"Begitu rupanya, kau memang wanita menakjubkan dari semenjak kuliah. Banyak Dosen memuji dirimu Namira Alysia aku tidak menyangka bisa bertemu lagi setelah 2tahun kelulusanmu,benarkan?"kata senior itu dengan riang.
"Tentu dan terimaksih atas pujiannya senior terlalu berlebihan. Lagipula banyak lebih pintar dariku saat di Kampus dulu senior."kata Namira tersenyum malu-malu.
"Senior sebelumnya kita belum berkenalan dengan resmi dikampus karena saat kau menolongku membawakan tugas pak Dian aku lupa menanyakan Namamu. Namaku Namira Alysia,Nama senior siapa?"ujar Namira tersenyum dengan senang.
"Namaku Andreson Wijaya biasa dipanggil Andre, jangan terlalu sungkan. Bagiku tidak seberapa bolehkah aku meminta nomor hpmu?"kata Andre sambil mengeluarkan nomor hpnya.
"Baiklah,nomorku 085xxxxx6786,bisa dichat aku dibawa senior,"kata Namira dengan ramah dan mengeluarkan hpnya untuk memeriksa chat dari Andre.
"Sudah aku chat keW*mu yah. Ngomong-ngomong aku juga bekerja di perushaanmu jangan sungkan bila bertemu denganku yah. Lagipula aku tidak akan memakan juniorku sendiri apalagi kita dari universitas yang sama."kata Andre lalu dia memakan spaghetti dan cola-cola yang tadi dia bawa untuk makan bersama Namira.
"Itu lebih baik, lagipula aku sangat gugup dihari pertamaku bekerja. apalagi bos langsung memintaku besok bekerja seakan-akan aku dibutuhkannya." ujar Namira dan melanjutkan memakan chesecakemya sampai tandas dan segera menghabiskan minumannya dia akan mulai memakan es cream cokelatnya.
"Bukankah itu jauh lebih baik aku sajah harus menunggu 1minggu dan baru mendapatkan panggilan bekerja di Furniture ABC,Nam. Tidak ada yang marahkan jika aku memanggil namamu seperi tadi?" ujar Andre sambil tersenyum.
"Yah ampun,benarkah selama itu? senior bukannya sangat cakap yah apalagi penampilan senior sangat meyakinkan. Tidak apa-apa aku sedang tidak memiliki kekasih. Sekarang aku ingin fokus dengan pekerjaanku ini dulu,hal lain akan aku pikirkan nanti," kata Namira dengan tersenyum senang.
"Begitu rupanya,tapi jika ada yang mau mengenal dirimu lebih dekat tidak masalah yah?"kata Andre dengan sedikit berkedip.
"Hem, tentu tidak kurasa. Senior sepertinya kau harus segera menyelesaikan makan siangmu, sebentar lagi jam 13.00wib. kau akan terlambat kembali kekantor." seloroh Namira mengingatkan Andre.
"Astaga, aku sampai lupa mengobrol denganmu memang mengasyikkan,"seloroh Andre yang menepuk jidatnya.
Andre kemudian memakan semua makanan dan minumannya dan mulai membalas beberapa chat dari rekannya ternyata mencarinya karena akan ada meeting mendadak setelah makan siang. Andre kemudian berpamitan dengan Namira dan Namira langsung memakan es creamnya dan buru-buru pulang. Namira tidak ingin ketinggalan makan sore dengan ibunya yang dari pagi menunggunya dirumah.
Namira memanggil g**b menuju kerumahnya karena dia sedang tidak membawa kendaraan sendiri. Namira lalu sampai dirumah pukul 16.00 wib. Gerbang Perumahan Cluster Ruby,jalan cempaka, pintu gerbang tinggi menjulang dan cat berwarna putih dan cokelat,menghiasi rumah itu terkesan sederhana namun tidak meningalkan kesan tidak glamour.
Memasuki pintu rumah dan langsung merebahkan diri disofa yang empuk merupakan.langkah ninja seorang Namira.Setelah munutup pintu rumahnya tentunya. Namira membaca beberapa pesan dari temannya berada di W*nya rata-rata menanyakan bagaimana kabarnya atau bahkan hanya sekedar ingin meminjam uang.
Kemudian ia berselancar didunia maya mencari tahu mengenai perusahaanya lebih dalam lagi. Betapa kaget Namira ketika seseorang mengambil Handphone dari tangannya tidak lain adalah Micahel adiknya. Michael tanpa merasa bersalah meledek kakanya sendiri.
"Owh, ganteng juga yah dia pantes sajah kakak tidak berhenti melihatnya,"ujar Michael usil dan menatap apa yang kakanya cari.
"Kembalikan ponselku Michael,jangan bercanda dia adalah bosku bagaimana bisa aku memikirkan hubungan kita sejauh itu,"seloroh Namira dan bangkit dari sofa duduknya berusaha mengambil hpnya dari tangan adiknya yang lebih tinggi darinya.
"Tidak akan menunjukkannya kepada mama,dan.mengadukan bahwa kakak memiliki kekasih,"ujar Michael berlari meninggalkan Namira yang shock dan berlari mengikuti Michael adiknya yang jahil. Michael berjalan kearah dapur dimana Mamanya sedang membuat puding untuk menemani sore hari ini.
Michael memberikan handphone Namira kepada mamanya dan berkata bahwa Namira sudah memiliki kekasih hati. Mamanya kebingungan hanya mendengarakan cerita dari Michael dan parahnya lagi dia percaya ucapan anak keduanya yang jahil.
Namira berlari sedikit lebih lambat karena kakinya lebih kecil dari Micahel hanya bisa menghebuskan nafas dan menarik nafas karena kesal.Namira kaget karena hpnya sudah berpindah tangan dan muka penuh tanya mamanya kemudian membuka suara.
"Benar apa yang dikatakan adikmu?" Namira ujar mamanya agak terkejut.
"Hasih,aku hanya mencari info mengenai bosku besok aku akan bekerja,ma. aku melihat profil beliau karena penasaran lagipula, dia bosku bukan kekasihku,"seloroh Namira geram karena kelakuan Michael adiknya yang membuat Namira kesal.
"Michael,jangan bergosip seperti itu lihat kakakmu sedang mencari profil bosnya. Besok dia akan bekerja, kau sebaiknya cepat lulus kerja di perusahaan papah. Mama tidak mau kamu terlalu banyak main ingat pesan kakek kepadamu dulu sebelum beliau meninggal."ujar Mama menasehati Michael dan mulai membuat adoanannya puding tersebut dan mengaduknya kembali.
"Mama, selalu membela kakak Namira. Mama sama dengan papah tidak membela diriku. padahal aku anak laki-laki satu-satunya dikeluarga ini,"seloroh Michael yang nampak kesal dan meninggalkan dapur. Michael kembali kekmarnya berada dilantai 2.
"Lihat kelakuan adikmu Namira mama sangat gemas dengannya. Mama sedih karena adikmu seprti itu, andai papah memasukkannya ke asrama mungkin dia akan sedikit lebih menurut,"ujar mamanya dengan tatapan menyesal.
"Tidak apa-apa mah,justru jika dia masuk asrama seperti saran almarhum kakek itu sama sajah membuat dia bebas. Banyak sekali teman Namira sekolah dan tinggal diasrama malah pergaulannya makin menjadi bahkan ada yang memakai n******,ma."ujar Namira dengan tatapan sedikit sendu.
Mereka kemudian makan malam bersama. Michael masih sajah ngambek sehingga dia hanya makan sedikit dan memakan puding buatan mama dengan membawanya ke dalam kamarnya.
****************************
Di rumah juga tak kalah besar Weren sedang sibuk diruang kerjanya hari ini walaupun sudah menujukkan.pukul 11.00 malam dia masih berkutat dengan berbagai dokumen harus ditandatangani.
kemudian sudara pintu diketuk dan membuyarkan pekerjaannya itu.
"Nak,ini sudah malam apakah kau tidak bisa menlanjutkannya besok?"ujar mama weren khawatir anak sulungnya sakit.
"Sebentar lagi yah,ma. ini hampir selesai."ujar weren dengan sedikit santai.
"Ini mama bawakan wedang jahe kesukaanmu, untuk menghangatkan tubuh,"seloroh mama Weren dan meletakannya didekat meja kerja Weren.
"Besok kau akan bertemu dengan Martha. mama tidak memaksa dirimu. kalau kau tidak cocok dengannya." ujar mama weren dengan nada lemah lembut.
"Baik, ma. akan aku coba keinginan kalian untuk mengenal sosok Martha"ujar Weren dengan penuh penekanan.
Kemudian Mama weren kembali kekamarnya dan menutup pintu ruang kerja anak pertamanya itu. Tatapan pias karena anaknya seprtinya tidak tertarik dengan Martha padahal menurut mama weren anak itu sangat manis dan cantik. Namun untuk Weren mengenal Martha sejak kecil dan menganggapnya adik tidak mungkin, dia jatuh cinta. Weren kembali menyelesaikan oekerjaannya dan kembali kekamarnya pukul 01.00 dini hari.