"Heh! Sedang apa kau di sini?" Grace menaikkan salah satu alisnya. Memang apalagi yang bisa dilakukan olehnya di tempat sepi berdebu, selain membawa sekeranjang bola tenis untuk dimainkan saat pelajaran olahraga. "Minggir," ucap Grace datar, tak ingin meladeni gadis di hadapannya. Maria memang sering sekali berbuat ulah. "Aku sedang bertanya padamu," gadis berambut hitam sebatas bahu berkacak pinggang di depan Grace, "Jangan-jangan kau ke sini karena ingin bertemu juga dengan George!" Grace mengembuskan napas panjang. Gadis berisik dan penggemar nomor satu dari putra keluarga Owens memang lah merepotkan. Ia tak habis pikir, kenapa George mau saja didekati perempuan yang bicaranya kasar dan suka seenaknya? "Maafkan aku, Maria. Tapi aku disuruh Mr. Arnold membawa bola-bola ini ke lapanga

