Suara pecahan dan teriakan menggema di dalam apartemen milik seorang gadis. Raquel murka. Barang-barang yang berada dalam jangkauannya ia hancurkan. “Anindya Anindya Anindya. Dasar jalang Lo anying b*****t. Sialan. b******k Lo Anin. Arrgghh.” Segala umpatan keluar dari mulut Raquel untuk Anindya. Capek teriak-teriak dia menjatuhkan dirinya di sofa, mencoba bernafas dengan normal. Air matanya jatuh tanpa ia sadari. Semua karena Anindya. Raquel benar-benar benci dengan Anindya, gara-gara Anindya semuanya jadi kacau. “Gue benci Lo, Nin. Kenapa jadi seperti ini,” Raquel terisak-isak kecil menutup wajahnya. Tak lama pesan masuk, ia pun duduk mengusap kasar air matanya kemudian meraih benda pipih yang ada di dalam tas kecil miliknya. Jantung Raquel berdebar. Tenggorokannya terasa ter

