Perasaan Apa Ini?

1065 Words

Aku mendorong kursi roda yang diduduki Predir memasuki klinik milik dokter Valerie untuk kedua kalinya. Tampak sepi dan hanya ada beberapa suster menyambut kami. Memang jika kami datang klinik sengaja dikosongkan. Hal itu untuk menjaga kerahasiaan tentang kondisi Presdir. Bagi orang biasa sepertiku yang harus antri karena memakai BPJS terlalu rumit masuk ke dalam keribetan para kaum elit seperti ini. Walau tak terlalu mengerti tetapi tetap kuturuti. Aku mendorong kursi roda itu menuju meja pendaftaran, mengisi formulir sebagai wali dari Presdir. "Selamat siang Dokter," sapaku ketika memasuki ruangan dokter Valerie. Dia memakai baju kasual dengan jas putih, meletakkan kacamatanya ketika kami datang. Kemudian langsung memandang Presdir dengan senyum lebar. "Siang Ravin. Bagaimana kab

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD