Gituan

1021 Words

Saat ini, kami berada dalam situasi yang tak mungkin menahan diri. Hari yang ditunggu setelah bersabar karena berbagai halangan. Tak ada yang menyangka aku akan berada sini bersama Presdir. Dia mahluk arogan yang dulu kutakuti tengah menyentuhku, rasanya asik-asik gimana gitu. Ketika tangan Presdir memegang tubuhku, jantung ini rasanya ingin loncat keluar. Aku yang belum pernah disentuh pria kecuali saat berkelahi, merasa geli tak karuan. Aku tidak ada pilihan lain selain memejamkan mata. Menikmati setiap gerakan Presdir. Menonton layar biru sungguh tidak bisa dijadikan pengalaman, tetap saja tubuhku kaku, bingung serta cemas. Sensasi aneh menyenangkan yang baru pertama kali dirasakan. Saat baju dibuka dan hempas jatuh ke lantai, rasanya sangat malu, takut dia melihat panuku. "Kamu ca

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD