Rasa cinta itu hadir, membuat luka sebelum bersemi dan mekar. Dulu hati ini tak tahu di mana harus berlabuh, masih tak mengerti bagaimana rasanya cinta. Tetapi ketika bersamanya aku menemukan itu. Cinta hadir tanpa mampu dicegah, meluap hingga tak bisa terkontrol. Ambisi memilikinya dulu tak ada, bahkan berharap menjauh. Kini, setelah mengetahui bahwa perasaan cinta ada dan tak terbalas, aku baru tahu bahwa cinta itu sakit. Perasaan ingin memiliki harus kuhempas sejauh mungkin sebelum semakin menumpuk dan membuat lupa diri. Seperti apapun aku memikirkan cara memilikinya tetap saja mustahil, karena orang yang aku cintai sudah menjadi milik orang lain. Tak mampu kugenggam sebesar apapun usaha yang aku lakukan. Orang yang aku cintai ada di sampingku, melipat kedua tangannya di d**a dan

