Reya dan Zio membawa kendi berisi abu Raja maheswari ke sungai, jarak antara sungai dan istana yang ada di wilayah kerajaan maheswari cukup jauh. Reya dan Zio lalu pergi menggunakan kereta kuda ke salah satu sungai yang ada di wilayah kerajaan maheswari. Dalam perjalanan Reya menggenggam kendi abu dari Raja maheswari dan memeluknya. "Maafkan aku paman maheswari, demi melindungiku kau rela mengorbankan nyawamu," guman hati Reya merasa bersalah. Reya terus memeluk kendi itu sampai mereka tiba di salah satu sungai terbesar di kerajaan maheswari. "Reya, ayo turun!" ajak Zio. Reya menganggukkan kepalanya pelan. Zio lalu turun terlebih dulu dari kereta kuda lalu di susul oleh Reya, mereka jalan bersama masuk ke pinggir sungai. Reya membuka perlahan kendi itu dan menaburkannya bersama alir

