Mendengar tanggapan santai Ernest atas cecarannya, Evrard hanya melayangkan tatapan datar kepada adiknya tersebut. Tak berselang lama, ia berbalik menatap Lavender. “Kamu juga, Lav. Sudah tahu kondisimu seperti apa saat ini, seharusnya kamu tidak asal-asalan menerima ajakan Ernest. Jika keadaanmu normal, tidak jadi masalah. Namun, pada kenyataannya saat ini kamu memiliki keterbatasan. Lain kali pikirkanlah akibatnya sebelum melakukan sesuatu, terutama yang menggunakan fisik,” ucapnya kesal dalam hati tanpa mengalihkan tatapannya dari Lavender. Evrard yakin jika ia menyuarakan kekesalan yang tiba-tiba bercokol di hatinya secara langsung, maka Ernest dan Florence pasti tidak segan mengutuknya. Bahkan, sangat besar kemungkinan kedua adiknya tersebut akan bersatu mencecar dan menyerangnya. Se

