Evrard langsung menuju kamarnya setelah selesai mengobrol sekaligus membicarakan tentang urusan perusahaan bersama papa dan Ernest. Setelah membuka pintu kamar dan menyalakan saklar lampu, keningnya mengernyit karena tidak melihat keberadaan Lavender di atas ranjangnya. Dengan cepat ia mengedarkan penglihatannya ke sekitar kamar. Tatapannya terpaku setelah ia menemukan sosok yang dicarinya sedang berbaring telentang di sofa panjang. “Kenapa ia malah tidur di sana, bukannya di atas ranjang? Apakah ia ketiduran?” Evrard bertanya pelan pada dirinya sendiri. Ia menggerakkan kakinya menuju sofa yang dijadikan tempat tidur oleh Lavender. Melihat Lavender yang sudah tidur sangat lelap, membuat Evrard menjadi tidak tega untuk membangunkan dan menyuruhnya agar pindah ke ranjang. Setelah berpikir

