Dengan nada tak sabar bercampur khawatir Evrard berbicara kepada sepupu sang istri yang kini tengah menghubunginya tersebut, “Iya, Sy. Ada apa?” “Ev, ini aku. Lavender,” Lavender meralat sapaan Evrard yang mengiranya adalah Daisy. “Aku menggunakan ponsel Sissy untuk menghubungimu,” jelasnya sebelum ditanya. “Huh!” Evrard mengembuskan napas lega saat mengetahui Lavender baik-baik saja dari suaranya. Ia pun kembali menyandarkan punggungnya dengan santai pada kursi kebesarannya. “Ada apa, Lav?” tanyanya dengan nada tenang. “Be-benarkah kamu yang meminta Sissy menghubungi Mark dan menyuruhnya untuk datang ke rumah? Bukannya kemarin malam secara tak langsung kamu melarang Mark untuk bertamu?” tanya Lavender memastikan dan tanpa basa-basi. “Iya benar. Memang aku yang menyuruh Sissy untuk mel

