Bab. 42 Kemarahan Sari

802 Words

Sari sudah kembali ke rumah ibunya dan mulai beraktivitas seperti biasa. Ia sudah siap menghadapi semuanya karena lari dari kenyataan tidak akan menyelesaikan masalah. Justru akan membuat berlarut-larut. Sekarang semua harus jelas dan pasti, demi kehidupannya bersama dengan Yusuf. “Yusuf, ayo makan dulu!” seru Sari kepada anaknya yang sedang asyik bermain. “Yusuf mau main bola,” tolak bocah itu sembari berlarian di ruang tamu. “Nanti main lagi, sekarang kamu makan ya!” bujuk Sari dengan sabarnya. Yusuf terlihat menggeleng sambil menendang sesekali bola kesayangannya. Sari tampak menghela nafas panjang melihat anaknya tidak mau lepas dari benda itu. Selalu dibawa ke mana-mana, baik mau tidur, main, dan bahkan mandi sekali pun. “Jika tidak mau makan, nanti semua mainan kamu ibu akan bua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD