Sovia tempak terisak karena tidak mengerti kenapa Tuan Adam bisa tega meninggalkannya tadi siang. Baru saja dirinya merasakan kebahagiaan, tetapi kini harus bersedih lagi. Ketika malam mulai merambat jauh, barulah Sovia keluar dari kamar. Itu pun karena merasa lapar dan haus. Wanita itu segera mengisi perut dengan makanan dan minuman dari kulkas. Setelah selesai, dirinya berlalu untuk kembali tidur. Namun, ketika sampai di dalam kamar. Ia melihat Tuan Adam sudah menunggunya. “Sovia, tadi aku ketemu teman lama jadi---“ “Jadi kamu melupakanku begitu saja, sampai meninggalkanku. Seberapa pentingkah temanmu itu?” potong Sovia sambil menatap Tuan Adam dengan mata yang berkaca-kaca. “Maafkan, sungguh aku tidak berniat untuk meninggalkamu seorang diri di sana,” ucap Tuan Adam mencoba menjel

