“Aku memang mencintai seseorang, dia adalah .., Yusuf.” Tuan Adam memberikan pengakuan yang membuat Sovia tercengang. Sovia tidak menyangka jika suaminya menyukai Yusuf juga. Ia senang sekali mengetahui hal itu karena Sovia bisa meminta dukungan kepada suaminya untuk mendapatkan bocah itu. Sovia kemudian bertanya untuk meminta kepastian, “Benarkah Al, kamu suka sama Yusuf?” Tuan Adam tampak mengangguk untuk menjawabnya, “Kalau begitu bantu aku untuk memiliki anak itu!” pinta wanita itu kemudian. “Bukankah kamu bilang keluarganya tidak mau Yusuf kita adopsi?” tanya Tuan Adam yang bingung bagaimana caranya membantu Sovia untuk memiliki Yusuf. “Itu urusanku, kamu hanya perlu membantuku untuk memikat hati anak itu,” ujar Sovia menjelaskan. “Baiklah, asal kita tidak memaksa.” Tuan Adam t

