BAB 11

1429 Words

Natalia melangkah cepat keluar dari ballroom, gaunnya bergesek pelan mengikuti langkah tergesa. Senyum ramah yang tadi ia tampilkan kini lenyap, berganti dengan kegelisahan yang sulit ia sembunyikan. Sebelum pergi, ia sempat berpamitan pada para tamu dengan alasan ada urusan mendesak, namun tidak memberi penjelasan lebih jauh. Ucapan itu justru menimbulkan tanda tanya di benak banyak orang, membuat bisik-bisik pelan mengiringi kepergiannya. Di parkiran, Natalia segera masuk ke mobil dan meminta sopir melaju ke rumah sakit. Jemarinya meremas tas kecil di pangkuan, matanya terus menatap ke luar jendela dengan hati yang berdebar. Ia tidak ingin membagi kecemasannya kepada siapa pun, bahkan kepada orang-orang yang paling dekat dengannya. Malam itu, hanya ada satu hal di kepalanya: ia harus se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD