BAB 14

1347 Words

Sebastian menyandarkan tubuhnya pada kursi empuk berlapis kulit, jemarinya santai memainkan cerutu yang masih mengepulkan asap tipis. Senyumnya samar, penuh arti, ketika pandangannya menyapu sekelompok laki-laki yang duduk melingkar di hadapannya. Percakapan mereka barusan masih terasa menggantung di udara, tentang situasi politik yang kian memanas dan peluang yang bisa dimanfaatkan di dalamnya. Di antara mereka ada pejabat dengan jas mahal, politikus berambisi tinggi, hingga pebisnis yang haus akan koneksi. Mereka datang dengan wajah ramah namun sorot mata penuh harap. Semua menginginkan satu hal: pertolongan Sebastian. Dan Sebastian, seperti biasa, menikmati setiap detiknya. Ada kepuasan tersendiri saat melihat orang-orang berpengaruh itu perlahan menanggalkan gengsi, rela merendah demi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD