Hening. Sepanjang jalan pulang dari pertemuan bersama Kakek Danu membuat Ava terdiam. Elang melirik kekasihnya, tatapan Ava bahkan ke luar jendela selalu. Wajah cantik itu berpaling ke arah sana sejak tadi. Elang tidak diam saja, dia sudah mengajak Ava bicara, hanya memang Ava sedang mode malas menjawab. Mungkin? Elang hanya memperkirakan saja, menafsirkan gelagat Ava dari suasana hatinya. "Boleh bagi-bagi isi kepala kamu ke Mas sekarang?" seloroh Elang. Mengajak Ava bicara—lagi. "Katakan apa yang membuat kamu sediam ini, Va." Sedari tadi. Yeah .... Ava menghela napas. Kedengarannya berat betul. "Lagi males ngomong, Om." Bahkan sebutan itu balik ke setelan awal; om. Elang yakin mood Ava memburuk dan pikirannya kacau, pasti menyangkut pembicaraan dengan Kakek Danu tadi. "Kita mamp

