33 | Tak Dianggap

1503 Words

Diletakkannya secangkir teh hangat di meja. Karena sudah begini, Ava menerima papa masuk. Dia persilakan. Tampak sang papa menatap tiap sudut ruangan, sorot matanya menyisir. Mungkin sedang mengevaluasi atau ... entahlah. Ava duduk di sofa tunggal. "Ada apa, Pa?" Tatapan papa kini alih ke Ava. Dua telapak tangannya tampak mengusap-usap dengkul. Sebetulnya, Ava tahu apa maksud kedatangan papa saat ini, mengingat ada pertemuan sebelumnya di kantor. Pasti mau bahas soal Gita. Rasanya hati Ava perih tiap kali kasih sayang papa kepada Gita begitu kentara, sedangkan padanya tidaklah sama. Bahkan saat Ava diusir, saat barang-barang Ava sudah dikeluarkan, papa tidak ada tanda-tanda mencegah kepergian Ava atau minimal meminta Ava kembali pulang. Miris, ya? Kenapa bisa ada orang tua yang seper

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD