Bab 88 Burung yang Merindukan Kebebasan

1019 Words

Ketika malam hari tiba, ternyata Kafka sama sekali tidak datang sesuai perkataan sang pengawal. Entah apa yang membuatnya akhirnya tidak jadi kembali ke mansion. "Nona, Anda tidak perlu bersedih hati. Cobalah untuk memahami tekanan yang dihadapi oleh Tuan Bimantara," ucap Bibi Jelita dengan perasaan muram. Dia menatap wanita di kursi roda dengan sangat prihatin. Bagaimanapun, sepertinya Yana benar-benar ingin keluar dari mansion ini layaknya burung yang merindukan kebebasan. Yana hanya terdiam dengan tatapan kosong ke arah pintu geser yang ada di balkon kamar mantan suaminya. Dia tidak mengatakan apa-apa. Malam ini, cuaca lebih dingin dari sebelumnya, tetapi hatinya lebih dingin daripada apa pun. Entah apa yang sedang Kafka rencanakan dengan mempermainkan hatinya. Dia tidak sanggup unt

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD