BAB – 25 Sumi berulang kali meminta maaf pada Yamada. Rasanya kini dia sudah kehilangan muka di depan lelaki yang akan segera jadi imamnya itu. Kini keduanya tengah duduk di sebuah restoran dan makan siang bersama. Kebetulan hari ini, Sumi memang jadwal libur kerjanya. “Minta maaf, ya, Yamada san! Saya tak minta Suvia bicara pada Yamada san! Uangnya nanti saya ganti, ya!” Sumi berucap sungkan. Meskipun status mereka sudah berkomitment untuk menikah, akan tetapi Sumi tetap menjaga adab dan menjaga jarak sewajarnya dengan Yamada. Yamada terkekeh. Dia menyendokkan sop buntut ke piring Sumi sambil bicara. “Sayanya tak mau bicara itu lagi! Sayanya mau bicara makanan saja! Ini enak, Sumi chan makanlah yang banyak! Nantinya kalau kita menikah, Sumi chan sudah bukan anak kecil!” tukasnya sambi

