BAB – 33 Di sebuah ranjang rawat, Intan terbaring. Rudi sudah membawanya ke klinik terdekat. Beruntung hanya terserempet sedikit dan tak ada luka berat. “Sayang, bayi kita?” Intan mengelus perutnya. “Alhamdulilah, dia baik-baik saja! Kamu jangan kebanyakan pikiran, nanti bayi kita kenapa-kenapa!” tukas Rudi seraya mengusap pucuk kepala Intan. “Aku gak mau tinggal di rumah sama perempuan itu! Ayo kita pindah, Sayang! Bukannya dulu kamu bilang mau carikan rumah buat aku?” Intan menatap penuh harap. Namun lagi-lagi Rudi berbicara panjang lebar, memintanya untuk bertahan dulu di rumah itu setidaknya hingga Intan melahirkan. Alasnnya karena dia khawatir kalau di rumah baru nanti, Intan akan sendirian ketika dirinya tak ada. Meskipun alasan sebenarnya karena dia memang tak memiliki uang unt

