38. Kecewa

1302 Words

Firza membeku di tempatnya saat ini. Aku harap Caca gak denger apa pun yang tadi aku katakan pada Bang Radit, batin Firza berkata penuh harap. Meskipun ia tidak yakin akan hal itu, jika dilihat dari raut wajah sang istri yang kini sedang menatap tajam ke arahnya. "Udah beres masaknya, Sayang?" tanya Firza berusaha mengalihkan perhatian sang istri. "Jadi bener dugaan aku? Kakak Abang yang tiba-tiba datang ke sini, pas kita di sini cuma tinggal berdua, itu bukan kebetulan?" tanya Syalwa sambil menatap tajam ke arah sang suami. "Aku bisa jelasin semuanya, Sayang," sahut Firza sambil mendekati sang istri. Syalwa pun mundur untuk menjauh, "Jangan deket-deket." "Ca, tolong dengerin aku dulu," pinta Firza sambil terus mendekati istrinya. "Pantes aja, aku ngerasa aneh waktu itu. Bahkan perh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD