44. Cemas

1418 Words

"Abang, masih boleh lho, berubah pikiran," ujar Syalwa lagi, sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi. "Enggak, Caca." "Ya udah deh, kalau gak mau. Aku duluan nih." Wanita itu pun melangkah masuk me dalam ruangan tempat membersihkan diri. "Iya, Sayang. Duluan aja," sahut Firza. Tak lama, kepala Syalwa menyembul di balik pintu yang tadi sempat tertutup. "Abang yakin, gak mau mandi bareng?" tanyanya. "Caca ...," geram Firza, yang kesal dengan tingkah sang istri hari ini. Ia pun berjalan menuju kamar mandi. "Buruan, mandi. Jangan lama-lama. Nanti kamu sakit," gemasnya sambil menutup pintu ruangan itu, dari arah luar. "Dia itu kenapa sih sebenarnya? Perasaan ngeselin terus dari tadi," gumam Firza, lalu duduk di sofa menunggu sang istri selesai mandi. Dua puluh menit kemudian, Syalwa keluar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD